Bagaimana belief system terbentuk

Bagaimana Belief System Terbentuk Dan Pengaruhnya Untuk Diri Kita

Banyak yang mempengaruhi terbentuknya Belief System kita,  belief system kita datang pertama dari Orang tua kita atau siapa yang mengasuh kita waktu kecil,  setelah itu saudara kita,  teman,  lingkungan, guru, orang-orang yang kita idolakan, buku, pengalaman diri sendiri, pengalaman orang lain,  berita dan informasi dari media cetak dan elektronik. Dari sinilah akhirnya belief system kita terbentuk.

Jadi tidak usah bingung kenapa cara berfikir,  berprilaku,  dan kebiasaan kita sekarang seperti ini,  sumbernya pasti dari salah satu atau beberapa yang sudah disebutkan diatas. Jika kita sekarang rajin, cek apakah dulu orang tua mengajarkan atau mengkondisikan kita untuk melakukan sesuatu yang membuat akhirnya kita menjadi rajin? Jika kita malas bagaimana orang tua kita mendidik kita dahulu selagi kecil, apakah kita selalu dimanja oleh orang tua kita,  apakah kita selalu mudah mendapatkan apa yang kita inginkan, apakah kita selalu diatur oleh orang tua kita?

Atau jika kita punya beberapa sifat seperti sifat pemarah, sabar,  baik hati, pelit, egois, jujur,  senang memberi,  pemaaf, dan masih banyak sifat yang lain yang mungkin ada pada diri kita, coba dicek dari siapa datangnya paling banyak apakah dari ibu kita, bapak kita, atau orang yang mengasuh kita diwaktu kecil ?

Pola asuh dan modeling anak melihat orang tuanya atau orang yang mengasuhnya diwaktu kecil sangat menentukan program belief system, yang akhirnya menentukan cara berfikir,  prilaku dan kebiasaan kita saat ini.  Tapi apakah ini bisa menjadi dasar kita untuk menyalahkan orang tua atas nasib kita saat ini. Tentu tidak, karena belief system ini bukanlah program permanen, program-program dari belief system ini bisa kita pertahankan dan kita rubah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita.

Jadi jika saat ini kita merasa punya cara berfikir,  berprilaku dan kebiasaan yang buruk yang membuat hubungan menjadi tidak baik antara kita dengan pasangan kita, dengan orang tua,  teman, lingkungan, atau membuat kita sulit berkembang,  sulit maju,  dan sukses dipekerjaan atau bisnis kita,  atau sulitnya kita mengatur keuangan yang membuat kita selalu bermasalah dengan uang,  ini semua diakibatkan karena belief system, dan program yang jelek ini semua bisa kita rubah. Kita tinggal mencari core belief belief utama yang menyebabkan masalah dan prilakunya,  jika sudah ketemu kita dengan program yang mendukung kita sesuai dengan kebutuhan kita.

Kita punya pilihan untuk merubah Belief System kita, yang menjadi masalah kenapa kita sulit untuk merubah belief system yang sudah tertanam dikarenakan.

1. Kita tidak merasa punya masalah, sudah nyaman dengan kondisi sekarang meskipun itu kondisi yang buruk.

2. Kita tahu kita punya masalah tapi kita tidak mau merubahnya, ini disebabkan oleh homeostatis, homeostatis adalah sistem perlawanan alam bawah sadar untuk menjaga kita untuk tetap pada posisi yang sama. Contoh : jika kita memiliki sifat pemarah, lalu ada orang yang meyarankan untuk merubah prilaku kita, maka homeostatis yang akan melawan agar kita tidak berubah adalah si Homeostatis, makanya jawaban yang akan keluar saat orang tidak mau berubah adalah adalah kalimat saya tidak akan bisa berubah saya sudah begini orangnya dari dulu.

3. Kita ingin berubah tapi tidak tahu caranya.

Itulah penjelasan tentang bagaimana belief system terbentuk dan pengaruhnya untuk diri kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *