anak sehat karena menutup kartu kredit

Anak Sehat Karena Menutup Kartu Kredit

Saya lebih suka menyelesaikan masalah itu langsung ke akarnya,  karena jika akar masalah itu kita cabut maka masalah itu tidak akan pernah timbul lagi.

Kalau dari pengalaman saya pribadi, dulu saya sering banget dapetin anak saya selalu sakit tiap bulan, dan sakitnya selalu bergantian kadang KKnya dulu,  abis itu adiknya atau sebaliknya..Yang saya gak suka adalah sakitnya suka nakutin, kadang udah minum obat atau sudah makan makanan kesehatan. Tapi sakitnya kok kayak gak sembuh2 dan akhirnya saya nyerah penanganan awal sakit tidak berefek, akhirnya anak harus dibawa kedokter.

Yang saya gak suka berikutnya adalah saya harus bayar biaya berobat ke dokter, yang menurut saya sayang banget harus saya keluarkan. Sekali berobat mengeluarkan min Rp. 350 Ribu,  sampai Rp.600 Ribuan. Saya berfikir kalau uang segitu saya infakan ke fakir miskin pasti akan jauh lebih bermanfaat.

Karena pola sakit anak-anak saya yang datang tiap bulan ini terus berulang saya pikir pasti ada sesuatu yang salah yang saya kerjakan sehingga menjadi penyebab datangnya masalah ini.

Setelah saya bermuhasabah mengintrospeksi diri saya,  saya menemukan bahwa semua yang terjadi kedalam hidup kita bukanlah kebetulan, semua yang terjadi dengan ijin Allah, SWT.  Dan apa yang terjadi kedalam hidup kita itu adalah akibat dari perbuatan kita sendiri.  Kalau kita berbuat baik maka kita akan banyak mendapat kebaikan,  kalau kita berbuat buruk maka keburukan itu akan kembali kepada kita.

Saya akhirnya meyakini bahwa pola masalah saya kenapa anak-anak sakit tiap bulan adalah karena dosa-dosa  yang saya perbuat, saat itu juga saya langsung cek kedalam diri saya, kira-kira dosa apa yang menjadi penyebab masalah ini.

Setelah berfikir beberapa waktu akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa dosa saya yang mengakibatkan masalah ini adalah dosa riba. Karena saya masih punya kartu kredit, tadinya saya merasa berat untuk menutup kartu kredit saya karena saya merasa masih sangat membutuhkannya untuk melakukan pembayaran iklan FB Ada dan Adwords,  serta membeli software2 yang saya perlukan untuk bisnis internet marketing saya.

Tapi karena saya tau dosa riba adalah dosa besar dan saya merasa anak-anak saya adalah hal yang penting buat saya,  saya gak tega kalau melihat mereka sakit.  Maka saya putuskan bahwa saya harus tutup kartu kredit saya secepatnya.  Dan benar pula, keesokan harinya saya langsung ke bank untuk menutup kartu kredit saya.

Setelah menutup kartu kredit saya,  saya merasakan perasaan puas dan plong karena saya meyakini bahwa saya sudah mencabut akar masalah penyebab anak-anak saya sakit. Lalu apakah terbukti benar keyakinan saya,  setelah saya tutup kartu kredit anak tidak pernah sakit lagi ?

Tidak juga bulan pertama setelah saya menutup kartu kredit anak saya tetap sakit dan masih harus saya bawa ke dokter,  tapi dalam hati saya, saya yakin bahwa ini adalah sisa-sisa dosa riba yang sedang dihapuskan. Masuk bulan ke 2 anak saya masih juga sakit, tapi Alhamdulillah..Sakitnya gak harus berobat ke dokter dan begitu juga Bulan-bulan berikutnya hingga saat ini.

Sekarang mindset saya hanyalah anak sakit adalah wajar karena gak ada orang yang gak sakit,  apalagi anak-anak rentan sakit.  Tapi yang disyukuri sekarang adalah kalo anak sakit hanya minum madu atau makan makanan kesehatan 2 – 3 hari anak sudah sehat kembali.

Perasaan takut karena melihat anak sakit Alhamdulillah sekarang benar-benar sudah hilang, karena saya yakin bahwa akar masalah penyebab sakit anak-anak saya sudah saya selesaikan. Jadi sekarang Alhamdulillah satu masalah selesai hidup semakin tenang.

Demikian artikel saya tentang anak sehat karena menutup kartu kredit, semoga bermanfaat siahkan di share atau berikan berkomentar ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *