YUK HIJRAH DARI BANK KONVENSIONAL KE BANK SYARIAH AGAR HIDUP MENJADI BERKAH

Yuk Hijrah ke bank syariah yusuf suksesAlhamdulillah perhari ini dengan ijin Allah,SWT akhirnya saya bisa hijrah dari Bank Konvensional ke Bank Syariah. Keputusan ini saya ambil setelah beberapa bulan yang lalu sebelum bulan Ramadhan saya mendengarkan Ta’lim yang dibawakan oleh Ust. Abu Muhammad Dwiono Koesen Al – Jambi dan juga membaca bukunya yang berjudul hidup berkah tanpa Riba.

Tidak mudah untuk saya bisa berhijrah dari bank konvensional ke bank syariah karena banyaknya pertimbangan urusan dunia yang berkaitan dengan transaksi bisnis saya yang dari awalnya memang sudah menggunakan bank konvensional. Jadi rasanya malas untuk keluar dari zona nyaman tersebut apalagi pemikiran-pemikiran yang menyamakan bank syariah sama aja dengan bank konvensional hanya beda label aja.

Tapi didalam buku Hidup berkah tanpa riba disitu dikupas cukup tuntas tentang perbedaan bank konvensional dan bank syariah dan alasan-alasan kenapa kita harus sudah saatnya berhijrah dari bank konvensional ke bank syariah.

Salah satu hal yang mendasari keputusan saya untuk akhirnya berhijrah adalah pemahaman saya bahwa semua orang Islam sepakat bahwa daging Babi itu Haram. Yg jadi pertanyaan adalah bolehkah orang Islam memakan daging Babi ? Jawabannya : diperbolehkan jika dalam kondisi yang darurat contoh ada orang yang tersesat didalam hutan dan tidak ditemukan lagi makanan lain selain daging babi tesebut, sedangkan jika tidak makan maka orang tersebut akan mati. Maka orang tersebut boleh memakan daging babinya dengan syarat secukupnya saja.

Tapi saat seseorang yang ingin menyantap daging babi dalam keadaan darurat tersebut tiba-tiba mendapatkan seseorang yang membawa makanan halal / buah-buahan. Maka saat itu juga daging babi tersebut menjadi haram kembali. Dan harus ditinggalkan.

Perumpamaan diatas sama seperti bank konvensional VS bank Syariah. Dulu sebelum adanya bank syariah maka orang Islam diperbolehkan menabung dan bertransaksi dengan bank konvensional. Karna kondisinya darurat, tapi saat bank syariah sudah ada maka saat itu juga tidak boleh ada kerguan bahwa bank konvensional harus ditinggalkan.

Meskipun memang harus diakui bahwa bank syariah yang ada saat ini masih belum sempurna, tapi sebagai umat Islam yang keimanannya perlu dibuktikan dengan mentaati apa yang Allah,SWT & nabi Muhammad, SAW perintahkan. Maka menjalankan perintah Allah,SWT & Nabi untuk meninggalkan Riba bagi umat Islam harus dilaksankan. Karena jelas dalam Al-Quran Allah,SWT berfirman :
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allâh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. [al-Baqarah/2:275]

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيم

“Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah, dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”(QS. Al Baqarah: 276)

Dalam firman-Nya lainnya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٧٨)فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al Baqarah: 278-279)

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah melarang umatnya melakukan riba dan memberitakan bahwa riba termasuk tujuh perbuatan yang menghancurkan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Apakah itu?” Beliau n menjawab, “Syirik kepada Allâh, sihir, membunuh jiwa yang Allâh haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. [HR. al-Bukhâri, no. 3456; Muslim, no. 2669]

Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”

Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu bahwa ia menceritakan: Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

{ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَا }

“Tadi malam aku melihat dua orang lelaki, lalu keduanya mengajakku pergi ke sebuah tanah yang disucikan. Kamipun berangkat sehingga sampai ke satu sungai yang berair darah. Di situ terdapat seorang lelaki sedang berdiri. Di tengah sungai terdapat seorang lelaki lain yang menaruh batu di hadapannya. Ia menghadap ke arah lelaki yang ada di sungai. Kalau lelaki di sungai itu mau keluar, ia melemparnya dengan batu sehingga terpaksa lelaki itu kembali ke dalam sungai darah. Demikianlah seterusnya setiap kali lelaki itu hendak keluar, lelaki yang di pinggir sungai melempar batu ke mulutnya sehingga ia terpaksa kembali lagi seperti semula. Aku bertanya: “Apa ini?” Salah seorang lelaki yang bersamaku menjawab: “Yang engkau lihat dalam sungai darah itu adalah pemakan riba.”

Jadi alasan utama saya meninggalkan Riba dengan berhijrah dari bank Konvensional ke bank syariah adalah sebagai salah satu bentuk keimanan dan ketaatan saya kepada Allah, SWT & Nabi Muhammad,SAW.

Adapun di Bank Syariah ketika membuka rekening bank akan ada 2 akad, akad 1 yaitu akad wadiah (menitipkan) artinya kita hanya menitipkan uang kita saja. Dan yang kedua adalah akad MUDHARABAH (bagi hasil) kita menitipkan uang kita di bank dimana bank diperbolehkan mengelola uang yang kita titipkan untuk dikeloa secara profesional. Jika uang yang dikelola menghasilkan keuntungan maka kita akan mendapatkan bagi hasil usaha.

Saya sendiri di bank syariah mengambil akad wadiah, jadi hanya menitipkan uang tanpa embel embel nanti mendapatkan keuntungan bagi hasil yang diperoleh oleh bank syariah. Buat saya untuk mencari keuntungan dunia saya fokuskan mendapatkannya dari hasil usaha dari hasil bisnis yang saya kerjakan, dan bank syariah saya gunakan hanya untuk menitipkan uang saya saja agar uang lebih aman.

Adapun kenapa bank BCA Syariah yang saya pilih dikarenakan saya sudah terbiasa dengan bank BCA dan kebanyakan rekening untuk transaksi saya semuanya di BCA. ATMnya sudah banyak dimana-mana, debitnya juga banyak hampir disemua toko pasti ada debit bcanya dan biaya transaksi antar bank bca & bca syariah semuanya free. Kelemahannya memang tidak bisa digunakan untuk transaksi diluar negeri.

Untuk sahabatku semua yang masih menyimpan uang dan bertransaksi di bank konvensional Yuk segera hijrah ke bank syariah sebagai bentuk keimanan dan ketaatan kita kepada Allah,SWT dan rasulnya. Kita berharap dengan meningalkan Riba Allah,SWT memberikan kita rahmat agar hidup kita menjadi berkah karena tidak termasuk orang-orang yang diperangi oleh Allah,SWT. mendapat laknat dari Rasullullah dan mendapatkan siksa yang pedih di yaumul akhir nanti.

Demikian sharing saya Yuk Hijrah ke Bank Syariah semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *